Jumat, 18 November 2011

SOAL LATIHAN PKn KELAS IV SMT 1 ( Bab 2 )


Penjelasan:
1.     Soal dikerjakan di selembar kertas .
2.     Tulis nama dan nomer absen kelas
3.     Boleh diprint dengan lembar soal,  diketik ,atau ditulis tangan ( dengan rapi & jelas)jawabnya saja.
4.     Dikumpulkan paling lambat tanggal 25 Nopember 2011
5.     20 siswa pengirim jawaban tercepat berhak ikut undian seperangkat alat tulis dan crayon.
6.     Soal untuk kelas IV a dan IV b.
7.     Contac person : Pak anwar ( 0341-9298740 , 083834774282)

SOAL EVALUASI
Mapel              : PKn                                                   Kelas   : IV ( empat )
Semester          : 1 ( ganjil )                                           SDN    : Purwantoro1 Malang
 

Kompetensi Dasar :
2.1. Memahami sistem pemerintahan Kabupaten , Kota dan Propinsi
Score tiap soal : Jawaban benar  = 2
    Jawaban salah   = 0
I.Isilah dengan jawaban yang tepat !
  1. Wilayah pemerintah kota dikepalai oleh seorang ……
  2. Nama Bapak Walikota Malang adalah …….
  3. Nama Bapak Wawali  kota Malang adalah …..
  4. Walikota dan Bupati dipilih oleh .....
  5. Lembaga Polresta dikepalai oleh ........
  6. Komando Distrik Militer dikepalai oleh .....
  7. Nama pengadilan di kota /kabupaten adalah Pengadilan .....
  8. Arti semboyan Malang Kucecwara adalah .....
  9. Kepala daerah dipilih melalui Pilkada .Kepanjangan Pilkada adalah ....
  10. Wilayah Kabupaten dipimpin oleh .....
  11. Kota Malang memiliki beberapa sebutan , diantaranya ...... ( 3 )
  12. Yang merupakan lembaga wakil rakyat di Kota /Kabupaten adalah .....
  13. Nama Bapak Ketua DPRD Kota Malang adalah .....
  14. Kota Malang dibagi dalam ..... kecamatan.
  15. Gubernur adalah kepala daerah wilayah pemerintahan .......
  16. Kita berada di propinsi .....
  17. Nama Bapak Gubernur Propinsi Jawa Timur adalah .....
  18. Hak DPRD untuk meminta keterangan kepada Kepala Daerah di sebut Hak .....
  19. Nama tugu di depan kantor walikota Malang adalah Tugu ......
  20. Nama Bapak Sekretaris Daerah ( Sekda ) Kota Malang adalah .......
II.Jawablah dengan benar !
Score : benar = 4 , salah = 0
  1. Tulislah  5 nama Kecamatan di Kota Malng !
  2. Tulislah  6 pejabat anggota Muspida kotamadya!
  3. Tulislah  3 fungsi dari DPRD !
  4. Tulislah kepanjangan dari DPRD !
  5. Mengapa Kota Malang mendapat sebutan Kota Sejuta Prestasi ?

                                       Selamat Mengerjakan !

Rabu, 12 Oktober 2011

SOAL LATIHAN SIAP UTS PKn KELAS IV SEMESTER 1

KERJAKAN DENGAN MENULIS JAWABANNYA DI SELEMBAR KERTAS ( atau di print beserta soalnya untuk belajar di rumah.)

Dikumpulkan paling lambat tgl. 20 Oktober 2011 ke .Wali Kelas.

LATIHAN ULANGAN TENGAH SEMESTER (UTS) SDN PURWANTORO I MALANG
SEMESTER SATU (GANJIL) TAHUN AJARAN 2011 / 2012

MATA PELAJARAN: Pkn                                                                  waktu: 90 menit
KELAS                        : IV (empat)                                                      Nama:.....................................

I.        ISILAH TITIK DI BAWAH INI DENGAN JAWABAN YANG TEPAT!
  1. Desa dipimpin oleh ....
  2. Pemerintahan Desa setingkat dengan pemerintahan ....
  3. Kumpulan beberapa Rukun Tetangga bergabung menjadi satu ....
  4. Istilah desa di Sumatera Barat disebut ....
  5. BPD singkatan dari ....
  6. Masa jabatan kepala desa adalah .... tahun.
  7. Kepala desa dipilih melalui ....
  8. Anggota BPD ditetapkan melalui ....
  9. Sekretaris desa diangkat oleh ....
  10. Temukung adalah istilah di daerah ....
  11. Pemerintahan kelurahan dipimpin oleh ....
  12. Wilayah Desa terdiri atas beberapa ...., sedang wilayah kelurahan terdiri atas beberapa ....
  13. Jika di desa terdapat BPD di kelurahan terdapat ....
  14. Seorang lurah diangkat oleh ....
  15. Pelayanan administrasi  di kelurahan merupakan tugas dari ....
  16. Lurah merupakan .... sehingga mendapat gaji dari pemerintah.
  17. Kaur singkatan dari ....
  18. Sekretaris desa minimal lulusan ....
  19. Salah satu syarat menjadi kepala desa adalah berusia minimal .... tahun.
  20. Setiap penduduk wajib memiliki KTP jika telah berusia .... tahun atau belum mencapai usia tersebut tapi sudah ....
  21.  Anggaran pendapatan dan belanja Desa ditetapkan setiap tahun oleh Kepala Desa bersama ....
  22. Mata pencaharian penduduk desa sebagian besar adalah ....
  23. Yang mengeluarkan Kartu Tanda Penduduk ialah ....
  24. Kecamatan terdiri atas beberapa ....
  25. Sensus penduduk untuk mencatat ....
  26. Di setiap kecamatan terdapat .... yang melayani kesehatan masyarakat setempat.
  27. Muspida merupakan singkatan dari ....
  28. Lembaga kepolisian di tingkat kecamatan disebut ....
  29. Dalam menjalankan tugasnya kepala desa dibantu oleh ....
  30. Pemerintahan kelurahan biasanya ada di daerah ....

II.      SELESAIKANLAH SOAL-SOAL DI BAWAH INI DENGAN BENAR!
1.      Siapakah yang memilih kepala desa?
2.      Sebutkan syarat-syarat menjadi kepala desa! (3 saja)
3.      Tulislah perbedaan desa dan kelurahan! (3 saja)
4.      Sebutkan tiga perangkat desa yang membantu kepala desa!
5.      Mengapa kepala desa tidak mendapat gaji dari pemerintah?
6.      Apakah yang dimaksud dengan pemerintahan desa?
7.      Apakah “Bengkok” itu?
8.      Sebutkan 3 lembaga kemasyarakatan yang terdapat di kecamatan!
9.      Siapa sajakah anggota Muspida?
10.  Disebut apakah istilah desa dalam lingkungan masyarakat Bali? 



                                                                   





Selamat mengerjakan  dan sukses selalu !

Jumat, 23 September 2011

Guru dan Murid ibarat TEKO dan GELAS KOSONG

 Oleh : Muhammad Anwar, S.Pd ( Guru SDN Purwantoro1 Malang)





Bagaimana Guru mengatur pola pembelajaran sangat menentukan keberhasilan sang Guru dalam pembelajaran tersebut. Di sini Guru berperan sebagai Moderator sekaligus Kreator dalam pembelajaran. Pengelolaan kelas yang baik adalah diawali dari bagaimana guru memilih Model Pembelajaran yang sesuai dengan proses yang akan dilaksanakan dalam pembelajaran. namun tidak hanya proses, karakteristik  peserta didik juga  perlu diperhatikan, Ketersediaan sarana prasarana pembelajaran juga menjadi hal yang tak boleh dilupakan dalam persiapan guru mengajar.  Juga inti dari persiapan Guru sendiri adalah seperangkat Alat pembelajaran. 
Selanjutnya dalam proses pembelajaran, Ibarat Guru adalah sebuah Teko yang berisi air dan akan dimasukkan ke dalam Gelas kosong, yang diibaratkan peserta didik.
Maka disinilah kiasan alam mengajarkan. :
1:Jika air dalam Teko dituangkan dengan posisi terlalu tinggi maka banyak air yang akan tertumpah dan hilang percuma. bisa - bisa hanya sedikit yang akan masuk tepat di dalam gelas kosong tadi.
Ini mengisyaratkan Guru jangan terlalu jauh dengan siswa. Guru harus membangun kedekatan dengan siswa dalam menyampaikan pesan pembelajaran. Dalam kegiatan tatap muka sebisanya guru harus dapat menjadi tokoh utama yang dapat menghidupkan suasana pembelajaran sebagai suatu area orkestrasi musik pembelajaran yang harmoni. Dengan membangun kedekatan, akan tercipta rasa saling memiliki antara siswa dan guru.
2. Teko harus merendah hingga mendekat dan menyentuh bibir Gelas  maka air akan masuk dengan sempurna ke dalam gelas. Ini mengisayaratkan , siswa juga harus sedapatnya diarahkan untuk menempatkan diri pada posisi yang tepat. Siswa harus dalam posisi siap dan sigap menerima pesan pembelajaran. Siswa juga dituntut untuk berkreasi dan mengikuti pola yang diatur oleh guru ( sekolah ) namun tidak ada pengekangan untuk mengembangkan kreatifitasnya.
Demikianlah, Ibarat Teko dan Gelas, maka Guru dan murid menjadi patner yang harus dapat menempatkan posisinya dengan tepat.
Di samping itu ada beberapa pesan trik dan tehnik bagaimana guru dapat menyampaikan pesan pembelajaran dengan gembira dan dapat mengisi penuh gelas yang kososng dalam diri murid dengan pesan yang tepat dan sesuai dengan tujuan yang akan dicapai ,a.l.:
1. Telah tertancap Niat yang pas dan mantap dalam benak sang Guru., yaitu niat iklas untuk mengajar.
2. Guru harus mampu menjalin dan menciptakan rasa saling pengertian  dengan siswa.
3. Adanya rasa saling memiliki antara Guru dan Siswa sebagai bentuk membangun kedekatan ,untuk mendukung tersampainya pesan pembelajaran.
4.  Sedapat mungkin Guru mampu menciptakan rasa riang dan gembira dalam diri murid, agar dapat mengikuti pembelajaran dengan menyenangkan.
5. Kegiatan dan pengalaman yang itu-itu saja  dapat menciptakan suasana kebosanan pada murid, maka Guru sebagai kreeator pembelajaran, dituntut mampu untuk menciptakan suatu hal yang baru,baik dalam proses maupun tempat pelaksanaan  pembelajaran. Guru harus berani Keluar dari Zona Nyamannya dalam  melaksanakan proses pembelajaran.
 Demikian Guru dan Murid diibaratkan. Maju Terus Guru Indonesia.





Jumat, 12 Agustus 2011

MODEL PEMBELAJARAN ( Oleh - oleh PLPG 2011 )

Oleh : MUH. ANWAR, S.Pd

MODEL – MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF ( COOPERATIVE LEARNING)

Bentuk  model pembelajaran kooperatif yang  membuat siswa bekerja dalam suatu kelompok dengan  lebih banyak melakukan  dibanding kan  dengan  siswa belajar dalam system konvensional / tradisional.
Cooperative Learning merupakan  suatu macam strategi pembelajaran  secara berkelompok , siswa belajara bersama dan saling membantu dalam  membuat dan mengerjakan tugas denganpenekanan saling support diantara anggota. ( Kelough & Kelough, 1999). Dalam cooperative Learning ,keberhasilan belajar adalah keberhasilan kelompok

Prinsip-Prinsip yang Mendasari Pembelajaran  Kooperatif :
  1. Positive Interdependence ( saling ketergantungan secara positif)
  2. Face to Face Interaction ( Saling berinteraksi dan berhadapan )
  3. Individual Accountability ( Tiap anggota  harus belajara dan menyumbang demi pekerjaan dan keberhasilan kelompok.)
  4. Use of Collaborative / Social Skills ( Adanya kerja sama dan  sosialisasi dan bimbingan guru.)
  5. Group Processing ( Siswa perlu menilai bagaimana mereka dapat bekerja secara efektif).
Beberapa Hal yang perlu diperhatikan dalam Cooperatif Learning :
  1. Hasil belajar adalah hasil kelompok
  2.  Penghargaan adlah untukkelompok , bukan perorangan.
  3. Tiap anggota saling memberi dorongan dan membantu.
  4. Guru memberi feedback  untuk kelompok.
  5. Semua angggota kelompok bertanggung jawab terhadap  tugas dan hasil kelompok.

CONTOH – CONTOH  MODEL COOPERATIVE LEARNING :
  1. Think-Pair- Share ( Berpikir ,berpasangan , dan berbagi jawaban)
  2. Think –Pair- Square ( Berpikir, berpaangan dalam kelompok segi empat )
  3. Expert Group ( Kelompok Ahli ) = Jigsaw

1. Langkah – langkah Model Pembelajaran  Think-pair- share :
  1. Guru memberi satu topik atau masalah pada siswa
  2. Siswa berpikir ( Think) tentang masalah tersebut secara individual
  3. Kemudian Siswa berpasangan ( in – pair ) melanjutkan pembicaraan dengan saling melengkapi .
  4. Siswa membicarakan topik bersama pasangannya serta saling melengkapi apa yang mereka ketahui untuk menjawab dan mencari solusi.
  5. Kemudian guru meminta beberapa siswa untuk berbagi jawaban ( share ) dengan seluruh siswa di kelas.


2. Langkap – langkap model Pembelajaran Think-pair- square :
Hampir sama dengan model Think – pair-share namun ada perbedaan pada tahap akhir.
Setelah berdiskusi dan berbagi informasi secara berpasangan , maka siswwa diminta untuk membicarakan topik tersebut dengan pasangan lain , jadi  mereka  berkelompok atas 4 anak  dan saling berhadapan membentuk empat sudut ( square )

3. Langkah – langkah Model Pembelajaran  Expert Group ( Kelompok Ahli )= Jigsaw

    1. Setiap siswa dalam kelompok diberi nomer. Semua siswa dengan nomer sama akan membentuk kelompok ahli ( expert group )
    2. Guru memberikan bahan diskusi.
    3. Siswa  mendiskudikan  bahan yang telah dibagi- bagi.Tiap bagian bahan dibahas oleh kelompok ahli
    4. Setelah pembicaraan matang, tiap kelompok ahli kembali ke kelompok asal ( home group )
    5. Setiap anggota home group membagi hasil  yang dipelajari dalam expert group kepada anggota asalnya. Mereka saling melengkapi dengan berbekal pengetahuan dari expert group.

Disarikan dari :
Muchtar, S.Pd, M.Si- 2011 – Modul Pengembangan Model Pembelajaran- PSG Rayon 15 – Universitas Negeri Malang



Maju Terus Guru Indonesia!!!!

Rabu, 10 Agustus 2011

SOAL LATIHAN PKn KELAS V ( LIMA ) SEMESTER 1

SOAL EVALUASI ( Asesment)
Mapel              : PKn                                                   Kelas   : V ( lima )
Semester          : 1 ( ganjil )                                           SDN    : Purwantoro1 Malang
 
KERJAKAN DENGAN MENULIS JAWABANNYA SAJA DI SELEMBAR KERTAS
DIKUMPULKAN SETELAH LIBUR HARI RAYA .

Kompetensi Dasar :
1.1 Mendiskripsikan Negara Kesatuan  Republik Indonesia ( NKRI)
Bentuk Soal    : Essai , jawaban singkat
Score tiap soal : Jawaban benar  = 5
   Jawaban salah  = 0
Lengkapilah titik-titik dalam soal di bawah ini dengan jawaban yang tepat !
  1. NKRI adalah singkatan dari ..........................
  2. Negara Indonesia lahir ( diproklamasikan ) pada tanggal ...  bulan ........ tahun .......
  3. Negara Indonesia berbentuk negara .........................
  4. Sistem pemerintahan Negara Indonesia adalah ........................................
  5. Dasar Negara Republik Indonesia adalah ..................................
  6. Lambang Negara Republik Indonesia adalah .........................
  7. Semboyan Negara Republik Indonesia adalah ..................................
  8.  Banyak penduduk Indonesia yang bekerja sebagai petani dan bercocok tanam, maka Indonesia di sebut Negara .....................
  9. Wilayah lautan Negara Indonesia  lebih luas dari wilayah daratannya, maka Indonesia di sebut juga Negara ...........................
  10. Keindahan alam Indonesia dan  hutannya yang menghijau , maka Indonesia  juga mendapat sebutan Negara Zamrud ..................................
  11. Negara Indonesia berada di daerah garis Khatulistiwa, sehingga memiliki dua musim yaitu  ............................... dan .....................................
  12. Iklim  di Indonesia adalah iklim ............................
  13. Selama 3,5 abad atau 350 tahun Indonesia dijajah negara Eropa yaitu Negara ...................
  14. Menjelang  Hari Kemerdekaan  Negara Indonesia dijajah oleh negara ...................
  15. Indonesia mempunya 2 tokoh Proklamator Kemerdekaan yaitu Bapak .......................dan Bapak ..................................
  16. Pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia  diadakan di Jakarta tepatnya di Jalan .................................................. Nomer .................. Jakarta.
  17. Indonesia terletak  di kawasan Benua  .....................
  18. Letak astronomis Indonesia adalah berada di ........LU - ......... LS dan ......BT    -  ........ BT.
  19. Pasangan Presiden dan Wapres  pertama Negara Indonesia adalah ...................... dan  ................................
  20. Ibukota Negara Indonesia adalah  terletak di Kota ............................


               

Selamat Mengerjakan !

Kamis, 30 Desember 2010

LIFE IS SHORT

SELAMAT TAHUN BARU 2011

SEMOGA DI TAHUN BARU INI SEGALANYA MENJADI LEBIH BAIK.
SEGALA APA YANG KITA CITA-CITAKAN DAPAT TERCAPAI
JIKA ADA SALAH DAN KHILAF KITA SELAMA SETAHUN KEMARIN ,
HANYA SATU YANG PANTAS KITA UCAPKAN 
ASTAGFIRULLAH HAL 'ADZIM.
DAN KITA SAMBUT TAHUN YANG BARU ...DENGAN
BISMILLAHIRROHMANIRROHIIM.

Kamis, 23 Desember 2010

HUTANKU YANG MALANG

HUTANKU YANG MALANG

Sepoi – sepoi ..... berhembus,
Semilir Sang Bayu ... mengalir lembut
Menyentuh daun telinga...
Sejuk segar membasuh kalbu
Sementara........
Di bawah pohon rindang...
Diantara nyanyian dedaunan....
Ranting – ranting yang bersentuhan

Sejauh mata memandang.....
Raga terkulai melepas penat ..
Mengupas dahaga,
Hamparan pepohonan ,kering kerontang
Akhir dari ulah Sang Durjana......
Insan- insan serakah.

Hutanku ... jangan kau tumpahkan air matamu.
Biarlah ... jeritanmu membuka mata
Hutanku ... sungguh malang ...
Menjeritlah !
Cukup untukku satu sandaran saja
Kan kurawat kau..
Pohon kesayanganku.



Memandang Lingkungan
2009
Anwar Muhammad


Rabu, 10 November 2010

CIRI - CIRI GURU YANG SUPER

Oleh : Pak Guru Anwar.
SUDAHKAH KITA MENJADI GURU yang SUPER ??

Seorang Guru tentu menginginkan menjadi Yang Terbaik untuk murid- muridnya maupun lembaga pendidikan ,dimana Sang Guru mengabdi. Ya profesi guru adalah sebuah pengabdian. Guru bukan hanya menyampaikan ilmu namun lebih dari itu Guru adalah Agen Perubahan. Hal ini sejalan dengan proses belajar yang mensyaratkan adanya sebuah proses perubahan. Guru juga menamkan pengertian.
Seorang Guru yang baik memiliki beberapa karakter yang harus dimiliki, diantaranya memiliki komitmen yang melekata bahwa guru menjadi pengabdian terakhir yang dimunculkan dengan mencurahkan segala potensinya untuk melakukan proses mentransformasikan ilmu pengetahuan kepada peserta didik. Semakin beratnya tuntutan seorang guru dalam melakukan proses pembelajaran , saat ini terasa bertambah seiring kemajuan jaman .
Jaman dimana orang menyebutnya sebagai jaman IT, yang telah merambah semua sisi kehidupan manusia di bumi ini, menjadikan semua lini hampir tanpa jarak .
Namun jangan khawatir ada beberapa karakter dasar yang tetap harus dimiliki seorang guru jika sang Guru tetap ingin menjadi Guru Idola, Bahkan Guru Super. Apakah itu ? berikut dapat kami sebutkan diantaranya :
•1. Antusias
•2. Berwibawa
•3. Positif
•4. Supel
•5. Humoris
•6. Luwes
•7. Menganggap siswa mampu  
•8. Fasih
•9. Tulus
•10.Spontan
•11.Menarik dan Tertarik
•12.Menerima
•13.Menetapkan dan memelihara harapan tinggi 
Oke... Maju terus guru Indonesia .
 
 
 
 

GURUKU TERSAYANG


GURUKU TERSAYANG


PAGIKU CERAHKU MATAHARI BERSINAR
KUGENDONG TAS MERAHKU DI PUNDAK
SLAMAT PAGI SEMUA KUNANTIKAN DIRIMU
DI DEPAN KELASKU MENANTIKAN KAMI

# GURUKU TERSAYANG
   GURUKU TERCINTA
   TANPAMU APA JADINYA AKU
   TAK BISA BACA TULIS
   MENGERTI BANYAK HAL
   GURUKU TERIMA KASIHKU.

NAKALNYA DIRIKU
KADANG BUATKU MARAH
NAMUN SEGALA MAAF
KAU BERIKUAN

#) GURUKU TERSAYANG
   GURUKU TERCINTA
   TANPAMU APA JADINYA AKU
   TAK BISA BACA TULIS
   MENGERTI BANYAK HAL
   GURUKU TERIMA KASIHKU.

Selasa, 09 November 2010

YOK MEMBUAT BUKU !

LANGKAH MUDAH MEMBUAT BUKU

Nyawa sebuah buku—apa pun jenis buku itu—terletak pada apakah di dalam buku tersebut ada ide atau gagasan. Buku hanya terdiri atas sederetan teks yang disusun secara berkelompok menjadi bab-bab dan sub-subbab. Kadang, di lembar-lembar halaman buku itu terdapat semacam gambar atau ilustrasi. Namun, apa pun bentuk dan jenis buku tersebut, jika di dalamnya tak ada ide, buku itu tak bisa dikatakan “hidup”.
Ide atau gagasan, secara bahasa, adalah “hasil pemikiran”. Dalam rumusan yang lebih bebas, ide adalah semacam temuan baru yang tiba-tiba menclok di dalam pikiran seseorang. Ide itu—jika dirumuskan dalam bahasa yang tertata dan jernih, dan kemudian dibaca oleh orang lain, yang bukan si penemu ide—tiba-tiba saja mampu menggerakkan pikiran orang tersebut. Ide adalah, katakanlah, semacam “pengungkit”.
Buku tanpa ide akan hampa—kosong melompong. Buku itu akan hanya terdiri atas huruf-huruf mati, yang bisu, dan tak bisa bernyanyi nyaring. Sebaliknya, buku yang sarat ide akan menggoda. Ia akan membuat pembacanya bergerak, blingsatan, dan kemudian seperti mendapatkan cahaya. Buku yang baik tentu memiliki sepenggal ide, sekecil apa pun ide itu.
Bagaimana agar buku yang kita ciptakan sarat ide? Bacalah buku Langkah Mudah Membuat Buku yang Menggugah (MLC, 2004). Dalam buku tersebut dijelaskan soal bagaimana menemukan, kemudian membangkitkan, dan merumuskan sebuah ide. Tak berhenti di situ. Dijelaskan pula oleh buku itu bahwa ada banyak sekali jenis ide. Ada ide yang biasa-biasa saja, dan ada pula ide yang brilian dan mengguncangkan.
Dalam tulisan ini, soal ide tak akan dibahas. Tulisan ini akan membahas langkah-langkah menyiapkan dan membuat buku yang menggugah.

Langkah Pertama: Temukan dan Teladani “Model” Buku yang Baik
Model bukan aturan. Model adalah sosok nyata yang sudah jadi dan hidup. Jika model itu dikaitkan dengan buku, model itu berbentuk buku yang baik. Apa kriteria buku yang baik. Pertama, buku itu mengandung ide. Kedua, bahasa tulis buku itu menerangi bukan menggelapi. Dan ketiga, pengemasan buku itu sangat kreatif—cara pengemasannya membuat buku itu tidak membosankan jika digauli.
Menemukan model buku yang baik penting. Kenapa? Karena model itu bisa memandu seseorang yang ingin membuat buku. Orang itu lantas dapat belajar dan merasakan sisi-sisi baik dari buku tersebut. Sekali lagi, model bukan aturan. Model menyimpan pentunjuk yang bisa diikuti dengan sangat gamblang. Sementara itu, aturan kadang bersifat teknis, tidak ramah dan cenderung memerintah. Tanpa menemukan model buku yang baik, dan hanya berbekal aturan, seorang penulis akan kesulitan menciptakan buku yang menarik.

Langkah Kedua: Ciptakan Bahasa Tulis yang “Sexy” atau Menggugah
Ide sebuah buku hanya bisa dipahami oleh pembacanya lewat bahasa. Atau, secara lebih luas, dapat dikatakan bahwa sebuah buku hanya akan memberikan manfaat apabila bahasa tulis buku itu benar-benar lezat dan “bergizi” (dapat dipahami dengan mudah). Semenarik dan sepenting apa pun buku, jika bahasanya berantakan akan membuat buku itu tak dapat dimanfaatkan oleh pembacanya.
Oleh sebab itu, seorang penulis perlu berlatih keras untuk menemukan bahasa tulis yang menggugah. Bagaimana caranya? Pertama, penulis itu harus banyak membaca. Tanpa membaca buku yang beragam dan kaya, dia tak akan memiliki kekayaan bahasa. Kedua, ketika menulis, dia harus melibatkan dirinya secara total. Hanya dengan melibatkan dirinyalah, sebuah bahasa itu jadi berwibawa. Dan ketiga, si penulis pun harus menguasai secara sangat tajam dan dalam materi atau bahan yang ingin ditulisnya. Tanpa penguasaan yang hebat dan andal, bahasa tulis yang diciptakan akan tidak fokus alias ke mana-mana.

Langkah Ketiga: Sisipkan Cerita-Cerita yang “Inspiring”
Manusia itu makhluk yang suka bercerita. Tanpa cerita, manusia akan terpecah-belah menjadi makhluk yang tidak utuh. Buku—apa pun jenis buku itu—tanpa disisipi sebuah cerita, akan kering dan rigid. Buku itu akan tidak menarik dan tidak bisa menyentuh sisi kemanusiaan (emosi) pembacanya. Jadi, temukanlah cerita dan sisipkan dalam halaman-halaman sebuah buku karena akan membuat si pembaca menjadi manusia yang utuh, manusia yang memiliki emosi, hati, dan sesuatu yang sangat tinggi.
Cerita juga akan merangsang imajinasi seorang pembaca. Cerita membuat penyampaian kandungan buku menjadi ringan dan cair. Bahkan, hanya lewat ceritalah seorang pembaca dapat mengaitkan (mengontekskan) bahan-bahan yang dibacanya dengan pengalaman yang ada di dalam dirinya atau dengan sesuatu yang sangat penting dan berharga. Jika cerita dapat berpadu dengan ilustrasi yang indah, jadilah itu “bunga” bagi sebuah buku.

Langkah Keempat: Padukan Bahasa Kata dengan Bahasa Rupa
Otak manusia terdiri dari dua belahan. Belahan kiri yang rasional dan tertib biasanya bermanfaat untuk membaca kata-kata. Sementara itu, belahan kanan yang intuitif dan bebas bermanfaat untuk melihat gambar. Buku yang mampu memfungsikan kedua belahan otak adalah buku yang berisi teks dan gambar. Jika buku itu hanya terdiri atas teks, dan tak mampu merangsang imajinasi (potensi yang terdapat di otak belahan kanan), ada kemungkinan buku itu hanya mampu diserap oleh otak separonya saja.
Jadi, berikanlah gambar atau kata-kata yang mampu merangsang imajinasi. Akan sangat bagus jika bahasa kata dan bahasa rupa dalam sebuah buku itu bisa berpadu, tidak saling tabrak dan tidak saling berlari ke sana-kemari dengan arah yang berlawanan. Penulis harus mampu menciptakan bahasa kata yang dapat diterjemahkan oleh ilustrator atau desainer lewat bahasa rupa yang tidak sekadar berfungsi sebagai asesori.

Langkah Kelima: Rangsang Seluruh Area Otak Pembaca
Ini terkait dengan bagaimana menyajikan dan mengemas buku dengan menggunakan konsep “multiple intelligences” (kecerdasan majemuk). Teori kecerdasan majemuk ini ditemukan oleh Profesor Howard Gardner. Intinya, otak memiliki pelbagai area. Setiap area otak mewakili satu jenuis kecerdasam. Menurut Profesor Gardner, ada sedikit sembilan jenis kecerdasan.
Nah, bayangkan jika sebuah buku dapat diserap dan dicerna oleh seluruh area otak temuan Profesor Gardner. Tentu, buku itu akan menyalakan otak. Membaca buku tidak pakai ginjal atau jantung. (Benar, ginjal dan jantung, dan organ penting lain, tetap harus berfungsi baik ketika seseorang menjalankan kegiatan membaca. Namun, yang berhubungan dengan buku bukan ginjal dan jantung. Yang berhubungan dengan buku adalah otak.) Jadi, buatlah buku yang dapat memfungsikan seluruh area otak, dijamin buku itu bukan hanya akan menyenangkan pembacanya, tetapi juga mencerdaskan!

Rabu, 03 November 2010

DESAIN TEMPAT DUDUK SISWA

Oleh : Pak Guru Anwar
Bagaimana Guru mendesain tempat duduk siswa memeiliki pengaruh yang tidak sedikit terhadap keberhasilan proses pembelajaran.
Berikut ini hal - hal yang perlu untuk diperhatikan dalam menata tempat duduk siswa, yaitu :
1. Luas ruangan belajar ( kelas )
2. Jumlah siswa dalam satu kelas
3. Ukuran dan bentuk dari bangku siswa
4. Mata Pelajaran yang diajarkan
5. Kegiatan kelompok yang akan dilaksanakan
Artinya tingkat keefektifan dari pola penyusunan tempat duduk sangat perlu untuk dipertimbangkan.

Selanjutnya buat para Guru Indonesia yang ingin mengetahui pola- pola penyusunan dalam mendesain bangku siswa, berikut kami berikan beberapa contohnya:

Minggu, 24 Oktober 2010

PUISI hatiku

BIAR.....

BIAR KATA ORANG,
Hingar bingar......pekak telinga ini
Biar kata orang,....
Aku bukan lelaki pecundang....
Biar kata orang,....
Diamlah  aku.....diam.
Yang kutahu.....................
Diam itu emas.

Biar kata orang.......
Kebenaran ...tetaplah  kebenaran.
Emas pun dari batu buram
Dan kusut.......kusut.
Biar kata orang..........
Air suci dan putih itupun....
Dari lumpur hitam.
BIAR KATA ORANG !!!!!!
B I A A A A A A A  A A R R R R R !!!!


Anwar Muhammad, 2010

Minggu, 17 Oktober 2010

AWAS !!!! Penyakit MALARIA Menyerang Para Guru..

 Oleh : Pak Guru Anwar
             Penyakit yang satu ini cukup berbahaya. Disinyalir dapat menurunkan kredibilitas Guru- Guru Indonesia. Dan yang mengkhawatirkan sulit ditemukan obatnya. Kecuali oleh sang Guru sendiri. Ya ... penyakit ini lagi ngetren di sebut MALARIA. Apaan tu ?????
1. M ( Malu Bertanya )
    Guru sekarang banyak yang udah merasa pintaar gitu. Baginya dia adalah yang paling tahu segalanya. Jadi   gak  mau jika harus bertanya, explore, apalagi tanya pada muridnya. Tapi kalo emang bener - bener dah tahu sgalanya. so pasti hebat. Guru ideal deh, pokoknya.
2. A ( Asal Habiskan Jam Ngajar )
    Guru yang satu ini , gak pernah ketinggalan jamnya, atau HP nya. Atau Tu HP disetel Alarm pas jam abis ngajar.Penginnya Teeeeeet tet tet , "Anak - anak waktu kita habis, sampai ketemu  lagi ...." Cape Deh !!!
3. L ( Lupa Bawa Persiapan Bwat Mengajar )
Hem.. amit - amit deh. Pembelajaran bisa kacao ni...Pokoknya .... yang namanya Bekalnya Guru tu Kan Silabus n RPP. Wajib deh .Gak boleh ketinggalan. Ntar di strap ama muridnya.
4. A ( Ahli Bikin Alasan Gak Tepat )
Nah biasanya klo Bpk / Ibu Pengawas datang ,trus tanya RPP .. ... jawab aja : " Maaf bu Ketinggalan" , " Oh semalam kehujanan , jadi Pusing.. ," banyak deh...( pengalaman pribadi ni.. he- he...)
................bersambung besok ya... dah ngantuk ni..
MAJU TERUS GURU INDONESIA

Sabtu, 09 Oktober 2010

PAKEM atau PAKEMI atau PAIKEM ?

Hasil kegiatan Workshop Pengimbasan / On Service Learning oleh Pengawas TK/SD Kec.Blimbing (Pak Zainullah dan Pak Totok)

Pembelajaran bernuansa PAIKEM/PAKEMI / PAIKEM telah lama disosialisasikan dan diimplementasikan. Namun dalam pelaksanaannya DIRASA BELUM MAKSIMA... Beberapa penyebab yang mungkin adalah faktor, ruang belajar ,jumah siswa , bangku yang berhimpitan, atau mungkin guru merasa dg penerapan metode tersebut materi tidak dapat tersampaikan maksimal, atau mungkin guru merasa ada keterbatasan alat penunjang/ media pembelajaran di sekolah, mengganggu kelas sebelah karena cenderung ramai, dan lain-lain.
Padahal apabila diperhatikan dari kaca mata siswa, siswa merasa lebih termotivasi dan semangat dalam proses pembelajaran. Meski, memang tidak dapat dipungkiri siswa cenderung ramai atau riuh selama pembelajaran. Tapi ramai/riunya dalam rangka belajar.

Berangkat dari kondisi riil di atas, sepertinya selalu diperlukan upaya penyegaran dan pengembangan penerapan pembelajaran yang bernuansa PAKEMI/PAIKEM. Kegiatan sejenis Workshop Pengimbasan diharapkan dapat memacu kembali semangat kita untuk lebih semangat membelajarkan siswa. Berdasarkan kegiatan pengimbasan di sekolah, kita diingatkan kembali tentang apa, bagaimana, dan mengapa PAKEMI! Kemudian kita diingatkan kembali tentang teknik penyusunan silabus dan RPP, seperti berikut:




    1. Adapun contoh format RPP seperti berikut:

    RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

    MATA PELAJARAN     :
    KELAS/SEMESTER     :
    ALOKASI WAKTU        :   Jam Pelajaran


    STANDAR KOMPETENSI:
    Tuliskan SK sesuai dengan KD RPP berikut. (Sesuai silabus)

    KOMPETENSI DASAR:
    Tuliskan KD yang dibuat RPP berikut. (Sesuai silabus)
               
    INDIKATOR:
    Tuliskan indikator dari KD tersebut. (Sesuai silabus)
    TUJUAN PEMBELAJARAN:
    ·         Tuliskan tujuan pembelajaran berdasarkan KD/Indikator tersebut.
    ·         Alternatif:
    1. merupakan rincian dari indikator;
    2. beberapa indikator menjadi satu tujuan;
    3. seluruh indikator menjadi satu tujuan;
    4. sama dengan indikator.

    MATERI PEMBELAJARAN:
    ·         Tuliskan kata benda atau kata yang dibendakan sesuai dengan KD dan indikator.
    ·         Ditulis lebih rinci bila dibandingkan dengan silabus.
    ·         Bila materi berupa bacaan, bisa dituliskan judul dan sumber bacaan tersebut.

    METODE PEMBELAJARAN:
    Tuliskan metode yang akan dipergunakan dalam kegiatan pembelajaran.

    LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN:
    ·         Ditulis per-pertemuan.
    ·         Setiap pertemuan terdiri dari kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup.
    ·         Setiap kegiatan dirinci, lebih rinci dari pada silabus.
    ·         Merupakan langkah-langkah untuk mencapai indikator dan KD.
    ·         Berfokus pada siswa.
    ·         Siswa aktif.
    ·         Merupakan pengalaman belajar.
    ·         Bervariasi (pendekatan, metode, strategi, materi)
    ·         Ada keseimbangan empat keterampilan berbahasa, minimal muncul tiga aspek dan keterpaduan dengan unsur kesastraan atau kebahasaan. (Khusus Bahasa Indonesia).


    A.     Kegiatan Pendahuluan:
    • Ada kegiatan guru untuk menggugah skemata siswa.
    • Ada kegiatan guru untuk memotivasi siswa.
    • Ada kegiatan guru untuk menginformasikan tujuan pembelajaran.
    B.    Kegiatan Inti:
    ·        Berfokus pada siswa, jadi siswa aktif.
    ·        Merupakan pengalaman belajar.
    ·        Rinci dan sistematis.
    ·        Langkah-langkah untuk mencapai indikator dan KD.
    ·        Khusus mata pelajaran BI: ada keseimbangan empat aspek keterampilan berbahasa dan keterpaduan dengan komponen kebahasaan dan kesastraan.
    C.    Kegiatan Penutup:
    • Ada kegiatan refleksi.
    • Ada kegiatan simpulan (hasil pembelajaran).
    • Ada kegiatan pengayaan (terhadap indikator/KD yang dipelajari), misalnya dengan memberikan tugas atau PR yang berkaitan dengan indikator atau KD yang dipelajari.

    ALAT/BAHAN/SUMBER BELAJAR
    1. Alat/Bahan:
    Tuliskan alat atau bahan yang dipakai dalam kegiatan pembelajaran untuk mencapai indikator atau KD tersebut. Misalnya: TV, radio, tape recorder, teks (puisi, prosa, drama). IPA: mikroskop = alat, cairan = bahan.
    1. Sumber Belajar:
    ·         Tuliskan sumber belajar yang dipakai dalam kegiatan pembelajaran untuk mencapai indikator atau KD tersebut. Misalnya: media cetak (buku, majalah, koran, buletin, tabloit, dll.); media elektronika (radio, televisi, internet); media lingkungan (taman, pasar, dll.), narasumber (polisi, guru, dokter, dll.)
    ·         Data sumber ditulis lebih lengkap bila dibandingkan dalam silabus.

    PENILAIAN
    A.     Tes atau nontes
    ·         Tuliskan jenis dan bentuk tes yang akan dilakukan sesuai indikator dan KD.
    ·         Misalnya: tes tulis 5 soal PG dan 2 soal uraian, tes lisan, tes kinerja, dst. Atau: nontes, skala sikap.
    B.    Soal/Tugas
    ·         Tuliskan soal tes untuk masing-masing tes yang akan dilakukan.
    ·         Tuliskan juga tugas untuk soal kinerja atau portofolio.
    C.    Kunci/Alternatif Jawaban
    ·         Tuliskan kunci jawaban untuk masing-masing soal tes.
    ·         Bila jawabannya merupakan alternatif, tuliskan juga contoh jawaban sebagai alternatif jawaban.
    D.    Skor dan Rubrik
    ·         Skor: ditulis untuk soal yang jawabanya sudah pasti.
    ·         Rubrik: dibuat untuk soal atau tugas yang jawabannya merupakan alternatif.

    Pedoman Pengamatan Kelompok:
    Dibuat bila kegiatan pembelajaran menggunakan metode diskusi.



    Trima kasih kepada Pak.Zainullah dan Pak Totok atas bimbingannya.
    We hope can always share about teaching and learning improvement!

    Semoga melalui penyegaran-penyegaran seperti itu, Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif Menyenangkan dan Inovatif (PAKEMI) dapat ditumbuhkembangkan demi kemajuan pembelajaran di Indonesia


    .